"SEMOGA BERMANFAAT"

Senin, 21 Juli 2014

Kamis, 17 Juli 2014

Selasa, 15 Juli 2014

Refleksi dalam Proses Belajar Mengajar


Apa pengertian refleksi dalam dunia pendidikan?

Refleksi adalah sebuah kegiatan yang dilakukan dalam proses belajar mengajar berupa penilaian tertulis maupun lisan (umumnya tulisan) oleh anak didik kepada guru/dosen, berisi ungkapan kesan, pesan, harapan serta kritik membangun atas pembelajaran yang diterimanya. Bahasa yang paling sederhana dan mudah dipahami adalah refleksi ini sangat mirip dengan curhatan anak didik terhadap guru/dosennya tentang hal-hal yang dialami dalam kelas sejak dimulai hingga berakhirnya pembelajaran.

Mengapa refleksi itu penting dan seharusnya dilakukan oleh guru/dosen masa kini?
Karena melalui diary (instrumen refleksi) dapat diperoleh informasi positif tentang bagaimana cara guru/dosen meningkatkan kualitas pembelajarannya sekaligus sebagai bahan observasi untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran itu tercapai. Selain itu, melalui kegiatan ini dapat tercapai kepuasan dalam diri peserta didik yaitu memperoleh wadah yang tepat dalam menjalin komunikasi positif dengan guru/dosennya.

Bagaimana seharusnya guru/dosen menghadapi hasil refleksi peserta didik?
Jika tercapai dengan baik dan disenangi oleh peserta didik, maka guru/dosen dapat mempertahankannya, tetapi jika masih kurang diminati oleh peserta didik, maka kewajiban guru/dosen yang bersangkutan adalah segera mengubah model pembelajaran dengan memadukan metode-metode atau teknik-teknik yang sesuai berdasarkan kesimpulan dari hasil refleksi yang dilakukan sebelumnya. Sebagai tambahan, apapun hasil refleksi peserta didik seharusnya dihadapi dengan bijaksana dan positif thinking, karena tujuan akhir dari ini semua tidak lain dan tidak bukan, just for our education.

Harapan Penulis?
Mudah-mudahan para pembaca khususnya yang berprofesi sebagai guru/dosen mau dan mampu melengkapi  proses belajar dan mengajarnya dalam kelas dengan kegiatan "Refleksi". Selain karena karakter peserta didik masa kini yang sangat unik dan penuh warna, serta karena angin yang menerpa lebih hebat (baca: pengaruh lingkungan) dibanding  masa dahulu yang berakibat pada kecenderungan turunnya motivasi belajar  selama menjalani proses pendidikan di semua jenjang yang harus segera dihadapi dengan trik-trik yang "available" dengan dunia mereka juga untuk menjawab "sifat manja" peserta didik sebagai akibat dari efek samping "Undang-Undang Perlindungan Anak". Dalam pengertian lain, dibahasakan bahwa karakter peserta didik seperti malas, main-main, bandel, suka membolos, dan kurang aktif dalam pembelajaran atau bahkan sifat rasa ingin tahu yang sangat tinggi, tidak mau kalah, dan agresif, melalui refleksi dapat diketahui secara lebih detail. Inilah karakter guru/dosen yang sangat diidam-idamkan, yaitu mau peduli dan tahu apa yang diinginkan anak didik mereka. Lalu menindaklanjuti dengan memberikan pelayanan pendidikan yang menyenangkan, berkualitas, bervariasi, dan sesuai dengan dunia peserta didik masa kini. Sebagai kesimpulan, refleksi itu penting, tetapi menerapkannya jauh lebih penting.

http://rumahp1nt4r.blogspot.com/2012/02/refleksi-pentingnya-refleksi-dalam.html

Pengertian Gerak Lokomotor, Gerak Non Lokomotor dan Gerak Manipulatif



Gerak Lokomotor
adalah gerakan yang dilakukan dari satu tempat ke tempat lain, seperti : jalan, lari, lompat dan sebagainya.

Gerak Non Lokomotor
adalah gerakan yang dilakukan ditempat, seperti : membungkuk, membalik, melikuk dan sebagainya.

Gerak Manipulatif
adalah gerakan yang melibatkan penguasaan terhadap objek di luar tubuh oleh tubuh atau bagian tubuh.
Dilihat dari jenisnya, keterampilan manipulatif dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu:
1.    Menjauhkan obyek           : melempar, memukul, menendang.
2.    Menambah penguasaan    : menangkap, mengumpulkan, mengambil.
3.    Bergerak bersama            : membawa, memantul-mantulkan (dribbling).